Ketika berbicara tentang proyek infrastruktur skala besar, yang sering terlintas adalah beton bertulang yang dingin, struktur baja masif, dan jalan aspal yang berdebu. Namun, di Melbourne, West Gate Tunnel, salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarahnya, telah menumbangkan imajinasi kita tentang rekayasa dengan material yang tak terduga.---------Material ini adalah akrilik.
Di sini, akrilik bukan lagi sekadar material biasa untuk jendela toko, papan nama, atau bak mandi; ia bertransformasi menjadi palet warna cahaya dan narator ruang, menyajikan aliran sejarah selama 60.000 tahun dengan cara yang penuh warna di depan mata setiap pengemudi.
![]()
Inspirasi desain untuk Terowongan Ximen berasal dari sejarah panjang masyarakat adat di tanah tersebut. Para desainer mengubah sejarah ini menjadi citra pahatan berupa "jaring ikan" dan "ikan berenang". Kunci untuk menghidupkan narasi visual ini adalah akrilik. Pada dua jalur samping yang melintasi Sungai Maribion, salah satunya menampilkan jalur "belut" berwarna cerah yang dihiasi serangkaian panel akrilik dengan saturasi tinggi. Panel-panel ini bukan sekadar dekorasi; sebaliknya, mereka berfungsi seperti prisma presisi, menangkap dan memantulkan cahaya seiring perubahan waktu.
![]()
Persyaratan apa yang dibutuhkan proyek semacam itu pada akrilik? Terowongan Ximen menunjukkan kepada kita kemungkinan tak terbatas dari material akrilik dalam infrastruktur skala besar. Untuk mendukung implementasi desain semacam itu, material itu sendiri harus memiliki tiga kemampuan inti:
![]()
Ketika para insinyur membangun "Jalan Pelangi" dengan akrilik, yang dibutuhkan di balik layar adalah mitra material yang dapat dipercaya. Hal ini persis bertepatan dengan kekuatan inti dari JAFFA DESIGN PLASTIC. JAFFA Acrylic telah lama berkomitmen untuk menyediakan solusi material berkualitas tinggi untuk berbagai bangunan kelas atas, fasilitas transportasi, dan proyek seni publik.